Rabu, 24 Februari 2010

Sego Megono Khas Pekalongan

Pekalongan tidak hanya menyimpan budaya yang tinggi dengan batiknya, maka tidaklah mengherankan bila Pekalongan disebut Kota Batik. Namun budaya kuliner senantiasa hadir ditengah tengah modernisasi makanan, baik yang instan maupun junk food. Salah satu kuliner yang terkenal dari Pekalongan adalah Sego Megono (sego : nasi).

Bila anda melewati Pekalongan, tak puas rasanya bila tidak mencicipi masakan yang satu ini. Racikan nasi megono dari Pekalongan ini benar-benar bisa membawa kita pada suasana desa yang sejuk. Bahan sayur Megono sendiri berasal dari nangka muda yang cincang halus kemudian diberi bumbu khas urap yang pedas gurih, disanding dengan sambal tauco yang sedap dan terik tempe yang berbalut santan. Disuap dengan nasi hangat, hmm... benar-benar sedap kaya Bondan Winarno : Mak Nyuss!

Nangka muda ini dicincang halus dengan balutan bumbu kelapa yang pedas gurih. Aroma bawang dan gigitan cabainya sungguh terasa sedap. Terik tahu dan tempenya juga tampil menggoda. Inilah sayur sederhana, tempe dan tahu dimasak dengan bumbu bawang kemiri dan santan kental.

Berbagai lauk tersedia menemani kesederhanaan kuliner ini. Mulai dari ayam goreng yang gurih dan sedap sampe tempe yang di goreng mengguning. Bila sudah memesan Sego Megono ini, jangan lupa untuk mencicipi wedang hangat : teh poci (wedang : minuman). Teh poci merupakan minuman berbahan dasar teh hitam yang disajikan di poci tanah liat plus gula batu. Rasa sepet, legit dan aroma wangi teh Tegal ini menjadi pembilas yang pas buat sajian serba gurih pedas. Orang biasa menyebut kenikmatan teh poci dengan nasgitel (panas, sepet, legi, kenthel).

Sego Megono ini sajikan dengan harga yang terjangkau. Seporsi nasi megono komplit bisa dibeli sekitar Rp 12.000,00, dan the poci gula batu Rp 4.000,00. Cukup murah kan? Biasanya warung yang menyediakan sego megono ini buka dari pagi sampai malam. Bila anda melewati pekalongan, jangan lupa untuk mecicipi cita rasa kuliner desa : Sego Megono yang nikmat.

Selasa, 23 Februari 2010

Tengkleng Pasar Klewer Solo

Anda penggemar tengkleng? Kalau ke Solo, jangan lupa mampir ke Pasar Klewer, disana ada penjual tengkleng yang enakkk banget.

Tengkleng adalah makanan kaya bumbu dengan bahan utama adalah iga kambing dengan daging yang masih menempel pada tulang iga.

Di Solo banyak tempat makan yang enak termasuk di sekitar pasar Klewer, anda bisa mencari warung tengkleng di sekitar solo atau mampir di dekat alun-alun, hanya 50-an meter dari Pasar Klewer. Bisa di dapati para penjual ibu-ibu sedang menghadap tiga panci besar berisi tengkleng, sebangsa sop kambing, khas Solo. Isi tengkleng yang merupakan irisan kepala, kaki dan jerohan kambing tampak besar-besar.

Meski tempatnya kurang representatif, namun belasan orang mengelilingi penjual tengkleng itu sehingga kadang kala membuat jalanan yang mengakses ke Pasar Klewer tersendat. Konsumen harus rela berdesakan di dua kursi panjang atau makan sambil berdiri.

Bagi yang doyan menu serba kambing, menikmati tengkleng Pasar Klewer ini merupakan keharusan. Bagi yang tak suka, bolehlah mencicipi kuah dan nasinya saja. Sebab kuahnya sungguh nendang! Enaaak banget! Inilah yang menyebabkan tengkleng di sini laris manis.

Menu ini disantap di atas pincuk daun pisang. Satu porsi Rp 7.500,00. Biasanya panjual Tengkleng baru mulai setelah pukul 14.00 WIB dan ludes beberapa saat kemudian.
Namun, saat ini masakan tengkleng sudah banyak dijual tidak hanya di Solo, namun berbagai restoran dan warung makan sudah banyak yang menyediakan masakan tengkleng.

Mau coba....?

Hot Cah Kangkung

Hot Cah Kangkung

Bahan:
3 ikat kangkung kecil, bersihkan
10 ekor udang windu besih (udang kering juga bisa)
10 potong brokoli
1 sdm saos tiram
1 buah tomat ukuran sedang iris panjang
2 buah cabe merah iris
minyak untuk menumis.
50 ml air
Serbuk pala secukupnya
1 sendok Lada hitam
Garam dan gula secukupnya

Potong Halus:
3 siung bawang merah
Seperempat Bawang Bombay

Memarkan :
4 siung bawang putih



Cara bikin:

1. Tumis bumbu yang dihaluskan, masukan udang dan brokoli.
2. Setelah udang dan brokoli berubah warna masukan saos tiram dan air, biarkan sampai udang dan brokoli empuk.
3. Masukan tomat iris, cabe iris, lada hitam, dan serbuk pala.
4. Terakhir masukan kangkung, aduk sampe layu. Masukan garam dan gula menurut selera.

Soto Kudus






Bahan :


· 100 gram tauge dicuci bersih

· 2 batang daun seledri, diiris halus

· 2 batang daun bawang, diiris halus

· 5 butir bawang merah dan 10 bawang merah

· Dading ayam kampung

· 50 gram bawang goreng

· 5 butir kemiri

· 4 cm jahe

· 2 lembar daun salam

· 4 cm lengkuas/laos, dimemarkan

· 1 sdt bumbu penyedap

· 1 jeruk nipis, diambil airnya

· Garam dan merica secukupnya

Cara memasak :

  • Siapkan air di dalam panci besar. Masukkan ayam kampung, daun salam dan lengkuas di dalam panci, rebus sampai matang dan empuk.
  • Angkat ayam yang sudah empuk, tiriskan. Suwir-suwir daging ayam, sisihkan.
  • Pisahkan kaldu ayam sebanyak 2 liter, jika kurang tambahkan air matang.
  • Cincang kasar bawang merah dan putih. Kemiri dihaluskan. Jahe dimemarkan, lalu dibakar sebentar.
  • Panaskan 2 sdm minyak lalu tumis bawang merah, bawang putih, kemiri dan jahe sampai harum. Masukkan tumisan bumbu ke dalam kaldu ayam yang sudah dipisahkan. Tambahkan bumbu penyedap, garam dan merica secukupnya dan didihkan di atas api sedang. Setelah mendidih, angkat.

Cara Menghidangkan:

  • Siapkan mangkuk cekung, masukkan daging ayam, tauge, bawang merah, daun bawang, daun seledri dan perasan jeruk nipis.
  • Terakhir, tuangkan kaldunya.
  • Hidangkan selagi panas dengan Sambal Kecap.